PENGAGUM JIWA

Engkau telah memalingkan muka
Mengejar arah kesibukan dunia
Pergi secepat kilat
Hilang dalam bayang dipelupuk mata
Senyummu berikan rindu
Atas kepergian angin lalu
Untaian kata dari lubuk hatimu
Bangkitkan raga dalam kesunyian
Tatkala langkahmu lalui panca indera
Sekejap hampa jadi terisi
Tanpa kekosongan dalam kekuatan
Di setiap detik hembusan nafas
Di sini pengagummu terdiam
Tertikam dalam keheningan lagumu
Mungkin tlah gugur penerangmu
Mencari jawab dalam sejuta tanya
Lantunan lagumu seperti lilin
Bersinar terang benderang di kegalapan
Pancarkan kesucian seorang dewi
Engkaulah pelita di dunia nyata
Tersudut hatiku atas dukamu
Menetes air dari dua mataku
Engkau, dewi telah terluka
Atas kekejaman nafsu tak terjamah
Meski terpisah lautan dan hutan rimba
Kita tetap seperjalanan jua
Namun sebelum kita
Menempuh jalan yang berbeda
Dengarkanlah! Kumpulan isi hatiku
Pengagum jiwa dari dua sisi
Antara ada dan tiada
Tetap jadi maya dalam detak jantungmu
Berjalanlah sambil menari
Tapi bukan tari memikat
Melaikan, tunjukkan damai
Akan dapat hidup selamanya di hati
Sebab hanya kelincahan dewi
Menari kian kemari membawa
Ramai dalam sepi
Kata dalam bisu
Untuk tetap ada
Sampaikan mutiara kebenaran kata
Semikan bunga – bunga gugur
Dari jiwa berlumur luka

One Response

  1. pakde jauh……
    ngak dilanjutin ta ngeblognya???
    gilakkk pakde romantis juga ya…
    hahahhahahhahh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: