SO SWEET !!!!

Apa yang kita harapkan adalah orang lain bisa hargai semua apa yang ada dalam diri kita, termasuk semua kekurangan dan kelebihan. Setiap aku melihatnya tersenyum manis buat hati ini jadi tahu arti kebersamaan. Matanya dengan tatapan yang dalam nan serius buatku tahu betapa gigihnya perjuangannya untuk jadi VI yang ceria dalam setiap langkahnya.
“Aku jadi ill feel ma kamu …..!Pokoknya kita cerai saja!”marah Vi sambil menekuk kedua bibirnya yang tipis seraya mencembungkan pipinya
“Vi…..!kamu benaran marahnya?”tanyaku yang tidak serius yang sejak tadi habis tampil langsung menyiram keringat pada Vi.
“Mbohhh……mbohhhhh……mbohhhhhh!pokoknya aku illfeel banget ma kamu. Sekarang g’ usah dekat Vi lagi ,gak usah nyapa pi lagi…!Pokoknya kita cerai…!”kata Vi tanpa memandang mataku dan dari situ kutahu ku telah menyakiti hatinya yang baik.
“Vi……maafin aku Vi….!”Please…..!”pintaku dengan memelas
“Cuih………”tanpa sedikitpun memandangku dan langsung melipat kedua tangannya diatas perutnya. Dengan memalingkan muka langsung saja pergi tanpa menghiraukanku.
Di satu pihak Clara tak dapat menahan tawanya
“Ra’….! pa yang harus kulakuin agar aku di maafkan olehnya?’tanyaku pada Clara dengan semua resah yang ada.
“G’tahu juga mas…!Vi jarang marah kayak gitu…!”kata Clara tanpa sanggup memberi solusi
“Piye iki……Pasti dia marah banget ma aku!Huh…..apa yang harus aku lakukan untuknya agar dia bisa maafin aku..?Ya Tuhan apa yang baru saja aku lakukan?”gumamku dalam hati di depan pintu Aula yang semakin ramai oleh anak-anak lain

Aku takkan menyerah disini aku kan terus minta maaf sampai dimaafkan. Terlihat Vi dan bandnya sedang mengambil kursi kemudian duduk dengan tenang. Kudapati Vi telah kembali tersenyum pada orang disekitarnya. Dari sini aku merasa dia udah baikan jadi kuputuskan untuk meneruskan perjuanganku meinta maaf. Akupun dalam hati optimis aku telah dimaafkan. Segera saja aku hampiri Vi!
“Vi…..!”sapa ku
“Apa….!’jawab Vi pendek tapi sangat aneh sekali ketika dia bilang “apa” Vi tersenyum manis banget tetapi ketika tahu aku yang menyapa ia langsung merubah senyumnya jadi marah seketika itu. Hal ini membuat aku patah semangat dan menyerah begitu saja. Aneh banget mungkin Vi terlalu sensitif dan aku terlalu menyakitinya dan merusak senyumnya.
“Vi maafin aku Vi!Please…..!pintaku berkali-kali namun Vi cuma memalingkan muka dan melarikan pandangannya ke arah lain yang pasti dia sudah muak denganku. Entah berapa kali aku ucap dengan kalimat yang sama tanggapannya sama tak rubah sejak tadi, seperti nasi telah menjadi bubur yang tak bisa kembali lagi. Langsung saja aku keluar Aula dan mencari cara minta maaf agar Vi kembali seperti biasanya.
Detik-detikku pun disini sudah tak ada artinya. Percuma aku senyum, aku seneng kalau orang yang buat aku ketawa bebas udah g’ mau maafin aku. Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan. Apakah aku harus bawa hadiah, atau yang lain? Sungguh malang hariku. Setengah jam telah berlau, pikiran dan hati ini tidak tenang rasanya bila tak dimaafkan Vi. Di depan Aula aku hanya diam dan merenungi kesalahanku hari ini, apa yang telah kulakukan hari ini sampai-sampai aku tak bisa dimaafkan untuk pertama kalinya.
Aku mengenal Vi mungkin baru sebulan lebih tapi udah banyak senyum yang dibagi ke aku, banyak tawa dan canda yang buat aku rindu dengan kebersamaannya. Vi apa yang ada dalam dirimu….?apa aku tak bisa habiskan waktu yang sempit ini? Suasana yang semakin semrawut di depan membuatku tak tenang dan rasanya telah menyerah untuk berkata ”Maafkan Aku Vi!” Ketika aku dengar MC mengatakan perwakilan kelas X_F silakan menuju ke depan.
Langsung saja aku bangkit dari tempat dudukku dan masuk ke dalam. Sungguh memukau penampilan kelas X-F pa lagi Vi, dengan suara emasnya ..>>!Aku langsung pinjam HP temenku agar aku bisa melihatnya tersenyum lagi dari jarak yang aku ingin. Semula tak ada niatan untuk mengambil gambarnya!Tetapi melihat senyumnya yang bebas tanpa beban aku ingin mengabadikannya dalam sebuah foto. Karena foto seribu kata-kata, apalagi kalau Vi senyum So…Sweeet……..Manis Banget!
“Vi….!”ku sapa dengan memfokuskan HP. Vi masih menahan senyumnya dan akupun langsung mengambil gambarnya dengan cepat. Untung saja aku bersama anak lain yang mengambil gambarnya kalau tidak dia takkan senyum. Terbukti ketika anak yang lain telah kembali dan Vi langsung mengubah senyumnya jadi marah yang tak terkendali yang buatku tak berani menatap matanya. Lansung saja aku kembali ke kursi dan duduk dengan tenag. Padahal yang ada dalam benak ini bagaimana aku harus minta maaf….?

Penampilan Band dari kelompok X_F telah selesai dan kini aku harus berjuang kembali untuk mendapatkan maaf darinya. Semua manusia tak lepas dari segala rasa, rasa cinta, rasa sayang dan banyak lagi. Memahami orang lain jauh lebih mudah daripada memahami diri sendiri. Aku dan kau apa ada rasa? Atau kau dan aku, kau dan dia, Entahlah………yang tahu hanya diri kita sendiri. Soal perasaan mungkin kita bisa bohong tetapi soal tingkah laku itu tidak mungkin Mengapa…? Sehati-hatinya kita menyembunyikan perasaan tapi kita tak akan bisa menahan dengan memutus hubungan intrapersonal. Menyendiri, menyepi atau bahkan menghindar dari orang itu. Yang kutahu Vi kini talah masuk kehidupanku dan secara langsung senyum dari matanya mengalir tulus yang buatku merindukan itu dalam celah hariku.
Perjuanganku tak terhenti di sini dan ketika itu Vi sedang makan Donat dan akupun kembeli mengulang kata.
“Vi maafin aku….!please Vi!”
“Bentar g’liat apa Vi lagi maem. Vi laper ni….jangan ganggu!”
“Entar abiz maem donat aku dimaafin kan?”
“Vi aku boleh ngomong kan?”pintaku dengan sedikit memelas
“Ya silakan aja !”suruh Vi
“Aku kira hal tersulit di dunia ini mengucapkan terima kasih pada orang. Dan minta maaf adalah yang mudah. Tapi hari lain dengan kenyataan. Betapa sulitnya minta maaf padamu.Vi maafin aku Vi!”
Dan Vi tanpa sepatah katapun tak menjawabnya dan tak menghiraukanku. Akupun sudah pasrah dan menyerah. Hatiku semakin tak menentu aku tak tahu pa yang mesti aku lakukan agar Vi bisa maafin aku…..!Akupun kembali berkumpul dengan teman-teman untuk melupakan kepedihan hari ini. Memang waktu band tampil di depan sejenak akau bisa lupa dengan masalahku. Namun ketika kutahu Vi di pintu cemberut dengan permen karetnya aku merasa sangat bersalah hari ini. Akupun memutuskan untuk mencoba sekali lagi mengatakan hal yang sama, kata yang sama persis tanpa edit. Aku langsung menuju ke pintu Aula dan berkata
“Vi mau ya maafin aku”pintaku pertama kali
“Vi kamu boleh marah ma aku tapi jangan diem kayak gini?”pintaku sekali lagi
Ku lihat Vi mau mengatakan sesuatu dan aku mendekatkan telingaku.
“Vi lagi marah banget ni, sebel banget jadi g’ bisa ngomong apa-apa!”
Akupun hanya diam membisu dan bertanya “Sampai kapan kamu akan gini?”Vi Cuma diam dan meniup permen karetnya sebesar mungkin untuk menghibur dirinya sendiri. Akupun cuma diam disampingnya dan sekali-kali aku melihat mata dan mukanya. Dan dalam hati ini aku jadi tahu betapa beartinya sebuah persahabatan. Kini telah kurusak dengan hitungan menit. Akupun takut hadapi kenyataan ini. Dan aku putuskan untuk pulang kembali ke rumah. Dan memikirkan apa yang harus kelakukan. Di perjalanan aku merenung, memang aku hari ini yang salah, memang aku hari ini yang melukainya, semua salahku dan akupun tahu betapa sakit hatinya. Tapi paling tidak dia masih bisa tersenyum bebas dan tertawa lepas bersama orang lain. Termasuk dengan sister-sisternya, temannya, orang yang dia sayang. Jadi aku harus pergi tanpa mengganggunya lagi. Vi semoga kamu bisa maafkan aku di hari yang lain. Sesampainya di rumah aku langsung tidur. Tak ada mimpi yang sepurna, akupun terbangun di tengah malam, langsung saja ku ambil air wudlu kemudian sholat malam sambil memohon pada Yang Kuasa untuk membuka pintu hati Vi agar maafkan aku. Langsung saja aku menulis cerita ini! Dan harapanku aku bisa temani kamu di waktu yang lain sebagai yang lain, jadi orang baru yang datang padamu dan kamu kini takkan mengenal lagi aku. Aku Jauari…..!untuk Vi makasih telah ada dalam hidupku yang singkat ini. Dan kini kebersamaan bersamamu yang singkat telah jadi kenangan yang tak pantas dilupakan. Karena aku tahu kamu adalah orang yang bisa buat aku melakukan hal yang menetang arus. Dan 6 kata yang takkan pernah kulupa.yaitu “SO…..SWEET…..>>>!MANIS BANGET…!Mau Dong…….!”

2 Responses

  1. ceritanya nyentuh banged……….

    buat lg yupzz!!!

  2. uh…
    so sweet…
    aku ga nyangka mas, ternyata kamu masih aja simpen itu cerita..

    hm..
    sebenernya waktu itu aku lo cuma marahnya boong2an! hehehe, tp wktu itu km nyebelin juga sic..
    so sory..

    but over all, aku musti ngucapin banyak makasiiih bgd sm kamu.
    i learn many thongs from you.

    vi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: