Winam Baru 5.53

Aduh malu rasanya udah lama gak nulis disini, padahal udah pengen nulis sejak kemarin-kemarin. Em kalo gitu biarin aja aku nulis, ne aku mau share winamp baru yang lumayan membantu kita untuk browsinng musik.

Ceritanya begini, kemarin temenku minta dicarikan winamp yang support vista untungnya aku nemuin winamp ini, dan langsung saja ku coba. Setelah ku install ternyata ada yang menarik, memang dari penampilan menari. Namun tidak itu saya, kalau kita bisa konekkan internet bisa lebih powerfull banyak fitur ambahan yang memanjakan kita. Mulai dari searching lagu dengan library yang seabrek, sampai play lebih dari dua lagu sekaligus. Dan yang pasti semakin nyaring saja. Kita bisa ngatur bits nya.

Em kalo sudah online, di menu more terdapat link ke internet, dan akan menunjukkan kita ling terkait, misalnya sejah band, kapan dan lgu apa saja yang dibuat. Tidak kalah menarik di menu Videos sudah otomatis terbuffer dengan koneksii youtube, dengan begitunya maka kita bisa play video langsuing diwinam. Dan perlu diingat lagi ternyata ada bantuan , limited bandwith sangat membantu. Saya pikir cepetkok, browsernya winam sangat membantu dan kita bisa dengerin musik sambil liat videonya tanpa harus download lho….

Tapi tetep masalahnya adalah koneksi internet. Dan ternyata dengan koneksi hp biasa kecepatan gprs sudah lumayan kok…..Udah bisa liat tu videonya…Adalagi, kalau kita menuju services online maka kita bisa mengaktifkan contentnya, misalnya TV Stream, disini kita bisa mendapatkan list tv yang mempunyai Stream Video, dan kalau kita tidak memfilternya maka saluran dewasa yang ada di dunia nyambung semua, wah bahaya donk kalau yang liat anak kecil. So difilter dulu kalau mau konten ini aktif. ….Cobain aja bagi kamu yang lum pernah, dan yang lum jangan emosi lho…kalo tulisan ini jadul

Em ada lagi Radio Onlene, via AOL dan disini kamu bisa dengerin lagu-lagu barat yang baru dan jyang jadul banget, suaranya enak, dan tidak tersendat kok. Soalnya seperti media Box, dan kita bisa search lagu yang kita inginkan. Lagu barunya juga keren, kayak radio lokal kita lho…! Perlu diingat kalau mau dapet hasil yang maksimal harus tunggu buffernya selesai lho….!

Eit, sampai disini dulu nulisnya, ne aku ada capturennya…!Sorry untuk semuanya yaw…Kalau ada yang salah sama tulisannya. Cobain aja….!Pasti enak. Dan kita bisa memainkan liriknya….! Enjoy it…!

winamp

Advertisements

Membuat Menu Makanan Pada Java

Em praktikum pertama GUI di kuliah lumayan menarik, pertama kalinya membuat menu makanan dengan Java. yang pertama yang disiapkan adalah membuat kelasnya. Disini nama projec sekaligus kelasnya adalah Database. Dan pertama dalam GUI Java yang dibuat adalah desain dari Output yang ingin ditampilkan. berikut ini adalah desainnya.

Dan berikut desain dan nama variabeL

menu31

menu2dari setiap desain yang dibuat. Berikut Listing programnya

package MyProject;

import javax.swing.JOptionPane;
public class Database extends javax.swing.JFrame {

public static int hargaSoto = 5000;
public static int hargaRawon = 6000;
public static int hargaBakso = 4000;
public static int hargaGudeg = 8000;

/** Creates new form Database */
public Database() {
initComponents();
}

private void cbRawonActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
// TODO add your handling code here:
if(cbRawon.isSelected()==true){
tfRawon.setEditable(true);
}
else{
tfRawon.setEditable(false);
tfRawon.setText(“”);
}
}

private void cbBaksoActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
// TODO add your handling code here:
if(cbBakso.isSelected()==true){
tfBakso.setEditable(true);
}
else{
tfBakso.setEditable(false);
tfBakso.setText(“”);
}
}

private void cbGudegActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
// TODO add your handling code here:
if(cbGudeg.isSelected()==true){
tfGudeg.setEditable(true);
}
else{
tfGudeg.setEditable(false);
tfGudeg.setText(“”);
}
}

private void cbSotoActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
// TODO add your handling code here:
if(cbSoto.isSelected()==true){
tfSoto.setEditable(true);
}
else{
tfSoto.setEditable(false);
tfSoto.setText(“”);
}
}

private void bHitungActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
// TODO add your handling code here:
int totalHarga = 0;
if(cbSoto.isSelected()){
if(!tfSoto.getText().equalsIgnoreCase(“”)){
totalHarga+=Integer.parseInt(tfSoto.getText())* hargaSoto;
}else
JOptionPane.showMessageDialog(null,”Maaf belum Anda terisi”,”Error”,JOptionPane.ERROR_MESSAGE);
}
if(cbBakso.isSelected()){
if(!tfBakso.getText().equalsIgnoreCase(“”)){
totalHarga+=Integer.parseInt(tfBakso.getText())* hargaBakso;
}else
JOptionPane.showMessageDialog(null,”Maaf belum Anda terisi”,”Error”,JOptionPane.ERROR_MESSAGE);
}
if(cbRawon.isSelected()){
if(!tfRawon.getText().equalsIgnoreCase(“”)){
totalHarga+=Integer.parseInt(tfRawon.getText())* hargaRawon;
}else
JOptionPane.showMessageDialog(null,”Maaf belum Anda terisi”,”Error”,JOptionPane.ERROR_MESSAGE);
}
if(cbGudeg.isSelected()){
if(!tfGudeg.getText().equalsIgnoreCase(“”)){
totalHarga+=Integer.parseInt(tfGudeg.getText())* hargaGudeg;
}else
JOptionPane.showMessageDialog(null,”Maaf belum Anda terisi”,”Error”,JOptionPane.ERROR_MESSAGE);
}
tfTotal.setText(“”+totalHarga);
}

private void bClearActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
// TODO add your handling code here:
tfSoto.setText(“”);
tfBakso.setText(“”);
tfRawon.setText(“”);
tfGudeg.setText(“”);
tfTotal.setText(“”);
cbSoto.setSelected(false);
cbBakso.setSelected(false);
cbRawon.setSelected(false);
cbGudeg.setSelected(false);
tfSoto.setEditable(false);
tfBakso.setEditable(false);
tfRawon.setEditable(false);
tfGudeg.setEditable(false);
}

/**
* @param args the command line arguments
*/
public static void main(String args[]) {
java.awt.EventQueue.invokeLater(new Runnable() {
public void run() {
new Database().setVisible(true);
}
});
}

// Variables declaration – do not modify
private javax.swing.JToggleButton bClear;
private javax.swing.JButton bHitung;
private javax.swing.JCheckBox cbBakso;
private javax.swing.JCheckBox cbGudeg;
private javax.swing.JCheckBox cbRawon;
private javax.swing.JCheckBox cbSoto;
private java.awt.Label label1;
private java.awt.Label label2;
private javax.swing.JTextField tfBakso;
private javax.swing.JTextField tfGudeg;
private javax.swing.JTextField tfRawon;
private javax.swing.JTextField tfSoto;
private javax.swing.JTextField tfTotal;
// End of variables declaration

}

Berikut adalah Hasilnya….!

hasil

Gampang kan….?

Selamat mencoba

Gimana kalau Newbie lupa password root ?

Sebenernya sih yang namanya lupa password root itu rada keterlaluan. Memang kita sebagai newbie, umumnya masih nge-jajal Linux di mesin sendiri, tapi bukan ngga mungkin juga ini terjadi, hi..hi..hi.. Lupa password sendiri ! Nah kalau misalnya kita sampai lupa password root, ada setidaknya 2 cara untuk mengatasinya (dengan catatan, cara ini berlaku untuk versi Linux yang agak lama, misal dibawah RedHat 5.2 atau di tradisional Unix, sedangkan di RedHat yang baru sudah ditambahkan hal yang meningkatkan securitas sistem).

Cara Pertama :
Ini adalah cara yang paling mudah alias ‘quick and dirty way’, yaitu ‘boot lagi Linux kita dalam modus single-user’. Jadi saat boot up, pada Lilo, ketiklah :

linux single

Cara ini akan menjadikan kita sebagai root, tanpa perlu menanyakan password root aslinya. Tentunya kita bisa rubah root password menjadi root password yang baru. Tentunya dengan menggunakan :

passwd

Cara ini tentunya menimbulkan pertanyaan baru. Wah begitu mudahnyakah Linux di kendalikan orang lain yang tidak memiliki root password ?? Tidak secure dong ??. Hadapilah kenyataan teman ! Tidak ada sistem yang aman, kalau masih ada akses secara fisik ke mesinnya. Alias, kalo masih bisa mencet tombol reset atau off, ya ngga bisa aman juga..he..he… That’s the fact (kata orang bule!). Tapi justru inilah yang membangkitkan semangat orang untuk belajar lebih jauh lagi. Tentunya kita akan mengusahakan semaksimal mungkin untuk mengamankan mesin kita. Nah coba kita lihat, mungkinkan merubah lilo untuk menutup lubang ‘linux single’ tadi ? (agak kontradiksi dengan cara pertama untuk menjebol root password). Caranya buka dulu /etc/lilo.conf file, lalu coba tambahkan pada bagian akhir dari `image='

password="my_password"
restricted

Lalu tentunya si file /etc/lilo.conf ini dijadikan sedemikian sehingga hanya root yang bisa baca, caranya tentu saja dengan :

chmod 600 /etc/lilo.conf

Cara Kedua

Kalau sampai lupa password root, maka kita bisa memboot via drive dan memountingnya. Lalu kita edit /etc/passwd filenya. Di file password ini, kita bisa hapus password terenkripsi dari root. Contohnya, file /etc/passwd, dan entry nya misalnya sebagai berikut:

root:abcdefghijkl:0:0:root:/bin/bash

Disini abcdefghijklm, adalah 13 karakter terenkripsi dari password, yang mungkin sebenarnya adalah 2 karakter password dan sisanya adalah enkripsinya. Kita ruah saja barus ini menjadi :

root::0:0:root:/bin/bash

Sehingga saat kita mereboot, dan ditanyakan password, maka kita tidak perlu mengisi password, cukup tekan ENTER. Lalu kita sudah bisa login dan bisa merubah password root dengan perintah:

passwd

Untuk RedHat versi terbaru, sudah dilengkapi dengan shadow password. Sehingga ada file /etc/shadow. Artinya, di /etc/passwd hanya akan ada password yang telah terenkripsi. Sedang passwordnya akan dikirim ke /etc/shadow yang hanya bisa di baca oleh root. Di dalam /etc/shadow, kita bisa memasukan lebih dari 8 karakter dan juga dimungkinkan untuk menambahkan keterangan lain misalnya password expiry policy dan lain sebagainya.

Memang salah satu caranya adalah dengan meniadakan ‘floppy drive’, tapi toh juga sekarang banyak Linux CD yang bootable, sehingga tetap memungkinkan di bootnya sistem kita melalui CD. OK, ada cara lain dengan menset di BIOS, agar boot hanya akan membaca ke hardisk. Sedangkan untuk masuk ke BIOS, kita beri pengaman password. Tapi tetap saja ada kemungkinan orang akan meng-crack BIOS kita. Wah susah juga ternyata membuat sistem 100 % aman. He.he..he.. Sudahlah, jangan terlalu paranoid, yang penting, kita sudah tau gimana caranya kalo kita lupa root password. Lain waktu kita coba, gimana caranya kalo user nya yang lupa password. Wah kok semua jadi pada pelupa ya ? Tapi siapa tau ? Namanya juga manusia !

OK, silahkan mencoba dan menemukan command-command baru dan bisa lebih banyak ber-eksperimen dengan Linux. Have a nice time ! 🙂

From :Mas Ainun

Shell & Kernel

Konsep Kernel dan Shell

Kernel adalah jembatan antara hardware dan aplikasi-aplikasi yang menerjemahkan bahasa software sehingga mampu dimengerti oleh hardware dan hardware akan segera memprosesnya sesuai dengan permintaan. Akibatnya hal tersebut memungkinkan pengguna untuk menggunakan atau bekerja dengan komputernya melalui software.
Hal-hal yang dilakukan oleh Kernel :

  • interrupt handler – yang mampu menangani I/O request
  • memory management Untuk melakukan hal-hal tersebut, beberapa orang/kelompok mempunyai pertimbangan dan arahan pengembangan yang berbeda. Hal ini yang menyebabkan Operating System muncul dalam berbagai jenis, seperti :
  • Windows 3.11 dengan metoda non pre-emptive multitasking yang kemudian dikembangkan dalam Windows 9x menjadi Pre-Emptive MultiTasking.
  • Windows yang menggunakan Driver untuk mengakses hardware, berbeda dengan Unix lainnya yang memasukkannya ke dalam kernel. Linux, MacOS dan BeOS adalah hibrid dari dua konsep ini, sebagian (yang esensial) dimasukkan ke dalam kernel dan sisanya dijadikan module-module (karena tidak semua komputer perlu/sama).
    Sedangkan shell adalah jembatan antara User Input dengan Kernel, berfungsi memberikan fasilitas pada Pengguna agar bisa berinteraksi dengan Komputer (baik Software maupun Hardware).
    Ilustrasi Shell:
    Shell dalam Windows95 dikenal sebagai Windows Explorer, sedangkan untuk Windows 98 telah diubah menjadi Internet Explorer (4.0 dan 5.0). Alternatif lain shell untuk Windows adalah LiteStep, yang memberikan tampilan Windows menyerupai XWindow Afterstepnya Unix.
    Shell lebih dikenal oleh para pengguna Unix, antara lain : csh, tcsh, bash, pdksh, sh, dan lain-lain.(diambil dari Yulian F. Hendriyana dan Dicky Wahyu P.)
  • Remaster: Mengganti Isolinux Dengan grub

    Anda sedang mengerjakan proyek remaster anda?
    Dan kebetulan ingin mengganti boot loadernya dengan GRUB?

    Mengapa?
    Buat anda yang familiar dengan grub, anda pasti tahu kelebihan grub
    dibandingkan isolinux.
    Karena grub bisa digunakan untuk memboot OS apapun langsung dari konsol,
    mampu membaca file text, bisa menggunakan tab completion, dan sebagainya.

    Prosedurnya sederhana saja, seperti berikut ini:

    1. Buat direktori boot/grub di cd-live

    mkdir -p boot/grub

    2. Copy file stage2_eltorito dari /usr/lib/grub/i-386/stage2_eltorito

    cp /usr/lib/grub/i-386/stage2_eltorito boot/grub

    3. Copy file splash.xpm.gz ke boot/grub (optional)

    4. Buat file menu.lst, dengan isi sbb:

    #grub menu list

    splashimage /boot/grub/splash.xpm.gz #optional
    default 1
    timeout 14

    #optional – untuk judul saja
    title ++++++++++++++++++ LOMUNTU LIVE DESKTOP ++++++++++++++++++
    root (cd)

    #livecd – khusus keluarga ubuntu
    title Start Lomuntu Live Desktop
    kernel /casper/vmlinuz append file=/cdrom/preseed/ubuntu.seed boot=casper quiet splash
    initrd=/casper/initrd.gz
    boot

    #VESA livecd – khusus keluarga ubuntu
    title Lomuntu Live Desktop Using VESA
    kernel /casper/vmlinuz append file=/cdrom/preseed/ubuntu.seed boot=casper xforcevesa quiet splash
    initrd=/casper/initrd.gz
    boot

    #check
    title Check CD for Defects
    kernel /casper/vmlinuz append boot=casper integrity-check quiet splash
    initrd=/casper/initrd.gz

    #memtest
    title Memory Test
    kernel /install/mt86plus

    Catatan:
    Jika anda ingin mengganti bootloader isolinux LiveCD non Ubuntu, sesuaikan opsi bootnya
    dengan isi file isolinux.cfg LiveCD anda!!!

    5. Buat ISO
    mkisofs -b boot/grub/stage2_eltorito -no-emul-boot -boot-load-size 4 \
    -boot-info-table -R -J -V “Lomuntu Live Desktop 8.04″ -o lomuntu.iso cd-live

    Dimana cd-live adalah direktori livesystem cd.

    6. Bakar CD dengan cdrecord
    sudo cdrecord /dev/scd1 path/lomuntu.iso

    Demikian tutorial singkat ini, semoga bermanfaat.

    Mengembalikan Password Yang Terlupa

    Pernahkah anda mengalami kehilangan password di sistem GNU/Linux anda?

    Jika ya, mungkin anda telah mengetahui ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mengembalikan password tersebut.

    Cara 1. Menggunakan akun root untuk membuat password baru, anda bisa meminta admin anda untuk melakukannya.

    Cara 2. Menggunakan Rescue CD untuk mendapatkan akses root.
    Biasanya pengguna ubuntu atau distro yang menggunakan akun sudo (root dan user biasa tidak dipisahkan) bisa menggunakan cara ini.

    Sebagai contoh, di Ubuntu, anda bisa menggunakan CD Live dan menambahkan opsi boot: rescue saat booting. Atau menggunakan menu GRUB default Safe Mode (single).

    Setelah anda mendapatkan prompt, jalankan:

    passwd username

    Ta da … , password anda telah kembali!

    <!–
    google_ad_client = “pub-4180836095304433”;
    /* lnxind-336×280, dibuat 08/03/11 */
    google_ad_slot = “6167696957”;
    google_ad_width = 336;
    google_ad_height = 280;
    //–>

    Panduan Instalasi Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon

    Ini panduan menginstall keluarga Ubuntu yg baru, Gutsy Gibbon. Aku baru kemarin dapat CDnya, kiriman dari shipit.

    Lima Langkah Pra-Instalasi

    1. Dapatkan CD-nya di sini, http://shipit.ubuntu.com
    2. Rubah seting BIOS anda agar dapat first boot melalui CDROM.
    3. Backup Data-data penting anda
    4. Masukkan CD, boot PC anda dan pilih start/install Ubuntu.
    5. Setelah masuk desktop live, klik 2x ikon Install to Hardisk di desktop anda.

    Proses instalasi akan dimulai dalam 7 langkah sederhana dan mudah. Ikuti setiap langkah dengan seksama dan baca panduan ini.

    Tujuh Langkah Instalasi

    1. Memilih Bahasa
      Bahasa yang anda pilih di sesi ini tidak hanya akan menjadi bahasa default selama proses instalasi tetapi juga menjadi bahasa antar muka desktop anda.
    2. Memilih Keyboard
      Biasanya di sini anda tidak menemukan masalah, kecuali keyboard anda special sekali.

    3. Memilih Lokasi dan Zona Waktu
      Pilihlah lokasi yang sesuai dengan lokasi anda saat ini, karena Ubuntu akan memberikan mirror repository terdekat dengan lokasi anda untuk proses install/uninstall/upgrade nantinya.
    4. Migration Assistan
      Ini adalah fitur baru sejak release stabil Dapper Drake. Silahkan pilih akun yang ingin anda migrasikan (jika terdeteksi) ke sistem yang baru. Jika tidak ada akun yang terdeteksi atau anda ingin menggunakan fresh install (tanpa mengambil setting lama) silahkan melanjutkan ke proses selanjutnya.
    5. Create New User
      Dibagian ini anda diminta membuat user baru (fresh install) atau user tambahan jika anda berminat. Masukkan juga nama localhost PC anda.
    6. Partitioning Hardisk
      Ini adalah bagian yang kritis. Jika anda melakukan kesalahan dalam hal ini, anda bisa saja kehilangan data penting anda. Pastikan anda telah melakukan backup. Tersedia tiga pilihan bagi anda.

      • Menghapus semua partisi yang ada dan menggunakan seluruh hardisk primary anda serta membiarkan Ubuntu membuat partisi yang dibutuhkan. Ini pilihan aman untuk anda yang menggunakan hardisk baru dan tidak mengerti proses partisi.
      • Meresize partisi terbesar yang anda miliki dan menggunakan space kosong tersebut.
      • Melakukan proses partisi manual.
        Secara default anda hanya memerlukan dua partisi saja. Partisi root (/) dan Swap. Saya sendiri menambahkan partisi /home agar memudahkan jika terjadi crash nantinya.

        Jika anda memperhatikan screenshoot tabel partisi PC (40 Gb) saya, saya menginstall Ubuntu 7.10 di partisi kedua (hda2) sebesar 3224 Mb, menggunakan partisi ketiga (hda3) sebagai swap (797 Mb), dan partisi kelima (hda5) sebagai /home (33312 Mb). Sedangkan di partisi pertama (hda1) saya mount sebagai /media/sda1 (sudah diinstall Ubuntu 6.06).
    7. Instalasi
      Proses ini relatif mudah, setelah anda selesai melakukan pemartisian, anda akan diberikan laporan awal apa yang akan dilakukan Ubuntu saat menginstall PC anda.

      Lihat hasil laporannya, dan jika anda ingin merubah pilihan default GRUB, klik tombol advanced di pojok kanan bawah, di atas install. Jika anda telah memiliki Grub lain (di distro lain), anda mungkin tidak ingin menginstall GRUB lagi, hapus centang Install Boot Loader. Atau anda ingin menginstallnya ditempat lain, misalkan di MBR hardisk kedua anda, isikan (hd1), atau first sector root partition anda, tulis (hd0,2) untuk menginstall di partisi kedua hardisk primary anda.

      Jika anda sudah siap, tekan tombol install

    Post-Install
    Setelah anda mengklik tombol install, Instalasi akan berjalan dengan urutan kurang lebih berikut:

    • Mempartisi dan melakukan format partisi.
    • Mengcopy paket-paket program
    • Melakukan migrasi akun
    • Melakukan Setup (user, setting, hardware)
    • Menginstall GRUB
    • Melakukan Pembersihan

    Nah, selamat menikmati Ubuntu 7.10!